Setelah reformasi, Presiden Abdurrahman Wahid alias Gus Dur (alm) mencabut Inpres Nomor 14 Tahun 1967 tentang agama, kepercayaan, dan adat-istiadat Tionghoa. Maka, sejak 17 Januari 2000 eksistensi agama Khonghucu diakui sebagaimana lima agama resmi sebelumnya.
Taman Mini Indonesia Indah (TMII) didirikan pada tanggal 20 April 1975 atas insiatif Ibu Hj. Fatimah Siti Hartinah Soeharto atau dikenal dengan sebutan Ibu Tien Soeharto.Tujuan untuk memperkenalkan kekayaan alam dan budaya Indonesia dalam wujud mini.
Di dalam TMII digambarkan seluruh keragaman Indonesia secara menyeluruh, termasuk keragaman agama, berbagai rumah ibadat agama dan keyakinan yang banyak dianut penduduk Indonesia, ditampilkan dalam satu area khusus secara berderet : Masjid Pangeran Diponegoro, Gereja Katolik Santa Catharina, Gereja Kristen Protestan Haleluya, Pura Hindu Darma, Wihara Arya Dwipa Arama, Sasana Adirasa.
Kamis tanggal 23 Desember 2010, Presiden Republik Indonesia Susilo Bambang Yudhoyono didampingi Ani Yudhoyono, telah meresmikan Kelenteng Kong Miao, rumah ibadat agama Khonghucu, sebagai pelengkap rumah ibadah lainnya yang sudah berdiri di kompleks TMII di kawasan Jakarta Timur.
Pengelola TMII telah menyediakan sebidang tanah untuk Kong Miao atau kelenteng Khonghucu. Pada 02 Pebruari 2009 Peletakan batu pertama dilakukan Menteri Agama Republik Indonesia , Dr. H.M Maftuh Basyuni. Mulailah dilakukan pembangunan Kelenteng Miao yang terdiri atas Tian Tan, Da Cheng Dian dan Qi Fu Dian.
Bila dilihat dari arah selatan, bangunan pertama berbentuk lingkaran dengan diameter sembilan meter. Ini sebagai simbol Tian Tan adalah Altar Suci untuk bersujud atau bersembahyang kepada, Tuhan Yang Esa. Da Cheng Dian adalah kelenteng Nabi AGung Kong Zi tempat untuk Kebaktian, Qi Fu Dian Kelenteng untuk Keberkahan. Adapun tiga bangunan sebagai simbol Tian ( Tuhan), Di (bumi) dan Ren (manusia).
“Filosofi ini kita pegang teguh. Ada hubungan yang harmonis, tak bisa dipisahkan, antara Tuhan, bumi, dan manusia,” Kehadiran Kelenteng Kong Miao di Taman Mini “Indonesia Indah” ( TMII ) sangat bermakna bagi jemaat Khonghucu di tanah air. Pertama, melengkapi lima rumah ibadah yang sudah ada sebagai miniatur kemajemukan di tanah air. Kedua, agama Khonghucu makin eksis sebagai salah satu dari enam agama resmi di tanah air.
Ornamen pendukung sebagaimana layaknya Kelenteng, Kong Miao juga dilengkapi Xiang Lu ( Hio Lo ) Tempat pembakaran hioswa, dihalaman terdapat : sepasang Singa, Pintu Gerbang, Sepasang Naga, Kilin, Patung 12 Shio, Kura-Kura Kepala Naga dsb.
Yang tak kalah penting, “Kalau ada ritual-ritual keagamaan dan atraksi kesenian Tionghoa", bisa menarik wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri, banyak umat Khonghucu berharap Kelenteng Kong Miao itu sudah bisa digunakan pada perayaan tahun baru mendatang.. “Pembangunan Kong Miao baru benar-benar intensif dikerjakan sejak tahun lalu. Kini Kong Miao tersebut sudah rampung,” kata Uung Sendana Linggaraja, Sekretaris Majelis Tinggi Agama Khonghucu Indonesia (Matakin), pekan lalu.
Saat ini bangunan fisik klenteng sudah rampung. Tinggal mengerjakan pembersihandan lain sebagainya. Namun, menurut Uung, Kong Miao ini akan diresmikan Presiden RI, Susilo Bambang Yudhoyono pada tanggal 23 Desember mendatang.
Bila dilihat dari arah selatan, bangunan pertama berbentuk lingkaran dengan diameter sembilan meter. Ini sebagai simbol Thian, Tuhan Yang Mahakuasa. Adapun dua bangunan lain sebagai simbol Ti (bumi) dan Ren (manusia).
“Filosofi ini kita pegang teguh. Ada hubungan yang harmonis, tak bisa dipisahkan, antara Thian, bumi, dan manusia,” tegas Uung.
Menurut dia, kehadiran Kong Miao di TMII sangat bermakna bagi jemaat Khonghucu di tanah air. Pertama, melengkapi lima rumah ibadah yang sudah ada sebagai miniatur kemajemukan di tanah air. Kedua, agama Khonghucu makin eksis sebagai salah satu dari enam agama resmi di tanah air.
Yang tak kalah penting, “Kalau ada ritual-ritual kegamaan dan atraksi kesenian Tionghoa, bisa menarik wisatawan baik dari dalam maupun luar negeri,” katanya.
Sejak peletakan batu pertama di TMII, Februari 2009, banyak umat Khonghucu berharap Kong Miao itu sudah bisa digunakan pada perayaan tahun baru mendatang.
:


















